Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Peresmian Masjid Terbesar di Skandinavia

Written By Prastito novalino on Selasa, 15 November 2011 | 3:27 PM

masjid%252520terbesar%252520di%252520norwegia Peresmian Masjid Terbesar di Skandinavia
Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad telah secara resmi membuka Masjid Baitul Nashr di Oslo pada Jumat, 30 September 2011. Masjid ini merupakan masjid terbesar di wilayah Skandinavia dan memiliki kapasitas 4.500 jamaah. Terlihat dari jauh, masjid tersebut telah menempatkan dirinya sebagai landmark nasioanal dan simbol perdamaian.
Masjid ini telah diresmikan oleh Hadhdat Mirza Masroor Ahmad selama khutbah Jumat yang disiarkan langsung di seluruh dunia melalui MTA (Muslim Television Ahmadiyya)International. Peresmian masjid ini juga telah menyita banyak perhatian dari media dan disiarkan secara luas oleh media-media nasional Norwegia, diantaranya NRK.
Dalam Pidatonya Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa berbagai media massa telah melakukan wawancara dengan beliau selama seminggu terakhir. Mereka masing-masing bertanya apa tujuan pembangunan dari masjid ini dan bagaimana perasaannya terhadap itu. Beliau menjawab kepada semuanya bahwa Masjid adalah tempat dimana perdamaian dalam masyarakat akan dipupuk melalui penyembahan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
Kemudian pada hari itu, Jamaah Muslim Ahmadiyah di Norwegia menyelenggarakan resepsi resmi untuk menandai pembukaan masjid tersebut. Lebih dari 120 pejabat dari semua semua bidang masyarakat Norwegia menghadiri acara tersebut. Para tamu disambut oleh Amir Jamaah Ahmadiyah Norwegia, Zartasht Munir Khan, yang menginformasikan bahwa Masjid tersebut telah dibiayai sepenuhnya oleh Muslim Ahmadiyah. Beliau mengatakan bahwa ribuan jamaah telah memberikan kontribusi terhadap proyek ini termasuk ada yang sampai menjual rumahnya dan ada juga yang telah menjual mobilnya untuk mengumpulkan dana.
Menteri Pertahanan, Grete Faremo, menghadiri acara atas nama Pemerintah Norwegia dan juga beliau menyampaikan pesan atas nama Perdana Menteri Jens Stolenberg. Dalam komentarnya beliau mengatakan:
“Agama selalu memainkan peran penting di Norwegia. Norwegia baru juga memiliki peran sentral untuk agama. Jadi kita harus membuka semua pintu kita dan mengundang semua orang lain seperti yang kita lihat disini pada hari ini. Ini bukan tempat saya beribadah, tetapi terlepas dari ini saya masih merasakan kehangatan nyata disini.”
Puncak resepsi pada malam itu adalah pidato yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Dalam pidatonya beliau berbicara tentang hubungan antara Ahmadiyah dan warga lokal Norwegia. Beliau mengatakan:
“Hal ini sangat menggembirakan melihat bahwa terlepas dari perbedaan warna kulit dan ras, kalian semua secara kolektif bekerja untuk kemajuan bangsa. Kalian semua yang merupakan tamu kami, hari ini telah datang kesini karena hubungan anda dengan berbagai anggota Komunitas Ahmadiyah dan kalian semua telah merepon cinta sayang yang telah ditunjukkan oleh Ahmadi Muslim dengan cinta itu sendiri.
Beliau juga menggunakan kesempatan itu untuk berbicara tentang serangan teroris yang terjadi di norwegia awal tahun ini. Beliau berkata:
“Saya inign berbicara tentang tragedi mengerikan yang terjadi di Norwegia beberapa minggu lalu pada tanggal 22 Juli 2011.Dari perspektif masyarakat kami, setiap Ahmadi Muslim Norwegia, dari manapun mereka berasal, merasasakan sakit dan kesedihan yang mendalam atas insiden yang mengerikan itu.
Ketika kita merenungkan tragedi menjijikkan itu, biarkan menjadi jelas bahwa tidak hanyaAhmadiyah di Norwegia yang telah merasakan kehancuran dan kesedihan, tetapi sebenarnya semua Muslim ahmadi di seluruh dunia merasakan kerugian anda dan berbagi dalam kesedihan.Saya telah mengirimkan belasungkawa saya kepada pemerintah Norwegia, namun saya ingin mengambil kesempatan ini sekali lagi untuk mengungkapkan belasungkawa yang mendalam dari diri saya dan setiap Muslim Ahmadi di seluruh dunia, kepada keluarga korban, kepada pemerintah dan seluruh bangsa Norwegia.
Beliau menyimpulkan dengan mengatakan:
“Yakinlah bahwa setiap Muslim Ahamdi yang memasuki Masjid ini akan memiliki cinta sejati dan mendalam bagi umat manusia dan juga akan sepenuhnya mematuhi hukum negara ini. Yakinlah bahwa setiap Muslim Ahmadi yang memasuki masjid ini akan berada di garis depan mencoba untuk menghilangkan kekejaman dimanapun terjadi dan akan selalu siap untuk berkorban setiap diperlukan guna mencapai tujuan ini.”
3:27 PM | 0 komentar | Read More

Kampanye Muslims for Life Sukses Besar di Amerika

Suwanee.patch.com – “Sudah 120 tahun bagi Muslim Ahmadiyah vokal dalam menyuarakan bahwa Islam bukanlah pemicu terorisme.” Kata Naseem Mahdi, Wakil Presiden dan Kepala Utusan Ahmadiyah – organisasi muslim pertama yang menginjakkan kaki di Amerika Serikat.
“Kami berharap untuk memberikan pesan yang sangat kuat bahwa meskipun darah telah tertumpah sebanyak 3.000, pada peringatan ke 10 kami memberikan darah kami untuk menyelamatkan nyawa,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Rosalind Bentley dari Atlanta Journal-Constitution mengenai Kampanye “Muslim fo life” yang diluncurkan bulan September tahun ini.
Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menyampaikan pesan dari kesucian hidup dengan mengadakan donor darah di seluruh negara bagian dalam rangka memberikan karunia hidup setidaknya bagi 30.000 orang yang membutuhkan. Kehidupan sesuatu yang dianggap sakral dalam Islam, baik itu kehidupan manusia, hewan bahkan tanaman. Di satu sisi, Islam juga mengutuk penghilangan nyawa tak berdosa, dengan menyatakan membunuh sebagai hal yang bersalah layaknya sebagai pembunuhan seluruh umat manusia dan disisi lain menyebutkan bunuh diri sebagai suatu dosa.
Tahun lalu Jamaah Muslim Ahmadiyah telah melaksanakan dua kampanye yang sukses,Muslim fo Peace dan Muslim for Loyality. Muslims for Life adalah kelanjutan dari upaya yang bertepatan dengan peringatan ke-10 peristiwa 11 September. Meskipun menetapkan target ambisius -10.000 liter darah, bahkan dengan penyelenggara yang standar, tetapi respon dari publik Amerika telah menunjukkan bahwa kampanye ini telah mati di tempat dan upaya ini dibutuhkan terutama dari komunitas Muslim.
Hebatnya, panitia telah mampu – tidak hanya mencapai target seminggu sebelum akhir September melainkan juga telah melampaui penyediaan unit darah sampai 11.036. Masih ada beberapa donor darah yang tersisa, hasil lengkapnya akan di umumkan setelah mereka selesai.
Orang-orang dari masing-masing keyakinan, latar belakang ras, sosial dan etnis keluar untuk menunjukkan dukungan terhadap upaya ini, dan media juga telah banyak memberikan perhatian juga.Silahkan kunjungi situs kampanye ini www.muslimsforlife.org untuk melihat daftar lengkap mereka yang bermitra dengan Jamaah Ahmadiyah dalam upaya ini dan untuk melihat liputan media dari seluruh kota.
Mahdi memiliki kesempatan langkan dalam memperkenalkan kampanye ini kepada Presiden Barack Obama ketika ia bertemu dengannya saat buka bersama tahun ini di Gedung Putih, dimana Presiden menghargai ide ini.
Mereka yang menunjukkan dukungan dengan benar-benar menyumbangkan darah termasuk Anggota Kongres Wanita Sheila Jackson Lee (D-TX), Anggota Kongres Muslim Keith Ellison (D-MN), Anggota Kongres Tom Petri (R-WI) dan Anggota Kongres Jackie Speier (D-CA). Mereka merupakan diantara 16.000 anggota kongres, anggota Parlemen, Walikota dan Wakil Masyarakat lainnya yang diperkenalkan mengenai kampanye ini melalui surat.
“Saya merasa terhormat telah berpartisipasi dalam donor darah “Muslims for Life,” kata Ellison. “Hal tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk mengingat, merenung, berdoa dan berterima kasih bagi para korban dan mengenali para pahlawan 11 September. Selamat bagi anda yang telah mengatur donor darah ini.”
Anggota Kongress Wanita Jackson Lee mengatakan, “Untuk semua orang yang bertanya-tanya bagaimana Muslim Amerika merespon terhadap serangan mengerikan 11 September, mereka hanya perlu melihat kampanye ini.”
“Saya bergabung dengan Komunitas Ahmadiyah dan Palang Merah Amerika untuk memberi penghormatan kepada 3000 warga Amerika yang kehilangan nyawa mereka 10 tahun lalu.” Kata Rep Speier. “Upaya dari komunitas Ahmadiyah memberikan darah untuk menghormati kehidupan yang hilang adalah pengutaraan yang sangat kuat.”
Jamaah Muslim Ahmadiyah, cabang Georgia juga mengambil bagian kampanye ini dan telah mampu memberikan kontribusi lebih dari 1200 liter darah.
“Donor Darah ini adalah aksi tindakan non kekerasan dalam menanggapi dan memperingati korban tak berdosa yang telah kehilangan nyawa mereka.” Kata Hazeem Pudhiapura, Presiden dari Cabang Georgia, kata Bentley dari AJC dalam sebuah wawancara. “Jadi kita memberikan darah untuk menyelamatkan nyawa”. ia menambahkan.
Dalam wawancara lain, Mr Pudhiapura menyampaikan pada Rick Badie dari AJC bahwa teroris Islam tidak saja membajak pesawat dan membunuh ribuan orang pada peristiwa 11 September 2011, mereka juga mencuri sesuatu yang lain juga. “Mereka juga telah membajakIslam dari arus muslim utama,” kata Pudhiapura.
“Kami ingin mengambil kembali dari terorisme ini dan mengembalikannya kepada mereka yang mempromosikan kesucian, perdamaian dan kesetiaan,” tambahnya.
Selebaran telah dibagikan di berbagai lokasi sepanjang September untuk menciptakan kesadaran publik disamping sebagai pengumumman layanan publik di media.Sebagian besar penduduk setempat menghargai kampanye ini, walaupun masih ada beberapa pandangan-pandangan skeptis yang tidak terbuka untuk gagasan tentang keterlibatan damai dari Komunitas Muslim.
Penggalangan darah berlangsung di Deactur Book Festival (Decatur), Town Center Mall (Marietta), Discover Mills Mall (Lawrenceville), Masjid
Baitul Baqi (Norcross), Hong Kong Shopping Plaza (Parking Lot) in Norcross, Dalton, Monsour center (Kennesaw), Pendergrass Flea Market untuk beberapa nama.
Red Cross dan Life South telah menunjukkan dukungan yang luar biasa untuk upaya ini karena negara kita rendah dalam dalam donor  darah sepanjang tahun. Kampanye ini diterima dengan sambutan hangat dari kedua lembaga.Semua orang selama satu bulan bisa menuju ke salah satu dari 17 pusat donor darah Palang Merah dan mendonorkan darah dalam kampanye ini dengan hanya menyebutkan kode untuk Muslims for Life.
Selain pelaksaanaan donor darah, Muslim Ahmadi juga menjadi sukarela di donor darah Palang Merah selama bulan ini termasuk mereka yang di Rumahsakit setempat, Georgia Tech, dan donor darah oleh Georgia State University.”
“Kami tersanjung oleh respon masyarakat dan inign menyampaikan rasa syukur kami yang mendalam kepada masyarakat Georgia yang mendapat pesan kami dan mendorokan darah sebagai warga Amerika tanpa memperdulikan ras, warna kulit atau agama. Ini adalah perasaan yang luar biasa bahwa kami dikelilingi oleh orang-orang baik,” kata Mrs Mahmooda Rehman, yang merupakan Presiden Badan Perempuan Komunitas Ahmadiyah cabang Georgia.
Jamaah Muslim Ahmadiyah yang menyandang motto “Cinta untuk semua, dan tidak kebencian untuk siapapun (Love For all hatred for none) berharap bahwa kampanye ini akan menjelaskan beberapa titik terang pada fakta bahwa Islam adalah untuk semua dan Promotor perdamaian. Mengutuk segala bentuk terorisme dan menciptakan gangguan apapun.
Sumber:
3:24 PM | 0 komentar | Read More

Persepsi Negatif Terhadap Islam: Hasil Polling claim token

Dari sebuah survey yang dilakukan di Kanada oleh Association for Canadian menujukkanIslam masih mendapatkan persepsi negatif dari masyarkat Kanada dibandingkan dengan 10 bagian masyarkat lainnya  yang dijadikan sampel, persepsi yang sama sejak terjadinyaperistiwa serangan teroris 11 September 2001. demikian ditulis oleh lamanedmontonjournal.com.
Hanya 43 persen dari 2.345 orang yang disurvey menyatakan “sangat positif” atau “agak positif”. Sementara atheis (60 %) dan penduduk asli (61 %) juga mendapat tanggapan yang relatif hangat.
Sementara itu tujuh kelompok lain yang mendapatkan tanggapan positif dari responden. Orang Cina 75 persen, diikuti protestan, kulit hitam dan Hispanik/Amerika Latin (semua 74 persen), Katolik (73) persen, Yahudi (72) dan Franchophones (70).
Kategori “imigran” mendapatkan 68 persen dari survey tersebut.
Hasil tersebut diambil dari sebuah polling online yang mencakup berbagai isu dan dilakukan oleh perusahaan Leger Marketing antara 20 september sampai 3 Oktober. Survey ini dianggap memiliki margin error 2 %, 19 kali dari 20.
Direktur eksekutif ACS Jack Jedwab mengatakan tanggapan negatif terhadap Muslimtersebut cocok dengan polling serupa di Inggris dan Amerika Serikat, membuat jelas bahwa tantangan untuk meningkatkan persepsi dari mayoritas Muslim yang menolak ekstermismeIslam adalah tugas multinasional.
Sebagian besar persepsi ini dibentuk seputar gambaran yang orang lihat secara global”, kata Jedwab.
Temuan serupa di negara-negara barat lainnya menujukkan bahwa masalah ini bukan khusus terjadi di Kanada. Saya tidak mengatakan kita tidak seharusnya memiliki program dan kebijakan di Kanada untuk meningkatkan persepsi global Islam, “namun dampak dari program-program itu terbatas jika kita tidak memiliki kerjasama global.
Hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh ACS dilakukan menjelang peringatan 10 bulan serangan teroris 11 september yang menunjukkan bahwa mayoritas dari masyarakat Kanada percaya konflik antara negara-negara Barat dan dunia Islam adalah hal yang tidak dapat didamaikan.
Survey dari 1.500 orang Kanada pada awal september tersebut menujukkan bahwa 56 persen responden melihat masyarakat barat dan muslim terkunci dalam sebuah perjuangan ideologi tak berujung, sementara sekitar 33 persen – hanya 1/3 dari penduduk – mempunyai harapan bahwa konflik akhirnya dapat diakhiri.
Bersama-sama, kata Jedwab, survey tersebut menyoroti kegelisahan luas terhadap Muslim, memaksa untuk memikirkan kembali tantangan utama yang dihadapi Kanada dan masyarakat Barat lainnya dalam hal hubungan etnokultural.
Satu dekade yang lalu, katanya, pandangan yang berlaku adalah menggalakkan harmoni sosial di masyarakat tergantung pada teratasinya konflik bahasa atau mengurangi tensi umum antara kulit putih dan semua kaum yang dianggap minoritas.Sebaliknya apa yang muncul sekarang adalah fokus pada muslim vs non Muslim,” katanya. “Jalan keluar dari prasangkan orang telah berubah pada fokus terhadap Muslim.”
Bahkan jajak pendapat terbaru ACS tersebut menunjukkan bahwa  58 persen responden memberikan pandangan positif pada “hubungan antara ninoritas dan kulit putih” hampir setengah dari banyaknya -30 persen – yang positif tentang “hubungan antara Muslim dan non Muslim.”
Pandangan negatif orang Kanada terhadap Islam ini tercermin di seluruh negeri dalam jajak pendapat terbaru tersebut, tetapi paling banyak di Quebec. Debat di propinsi tersebut tentang apa yang merupakan bantuan yang pantas dari minoritas – dipicu sebagian oleh kekhawatiran pada jilbab Muslim – telah lebih menujukkan kecenderungan daripada di tempat lain di Kanada.
Hanya 25 responden dari Quebec menyatakan persepsi “sangat positif” atau “agak negatif” terhadap Muslim. Hasil yang lebih tinggi di negara bagian lain: Atlantik Kanada (48 %), Alberta (48), SN 46), ontario (45) dan Manitoba Saskatchewan (39).
rboswell@postmedia.com
Sumber: http://www.edmontonjournal.com/news/canada/Muslims+face+negative+perception+Canada+study/5556588/story.html
3:20 PM | 0 komentar | Read More

Peringatan untuk Geert Wilders

Pemimpin Muslim Dunia Kirimkan Peringatan Kepada Politisi Belanda Geert Wilders
Dalam suatu kunjungan baru-baru ini ke Belanda, Imam Jamaah Muslim Ahmadiyahsedunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, mengeluarkan peringatan keras kepada Geert Wilders, politisi sayap kanan Belanda. Beliau memperingatkan Wilders bahwa jika dia terus memburuk-burukkan Islam dan Nabi Suci Muhammad (s.a.w.) maka dia dan orang-orang lain yang berpikiran seperti dia akan dihinakan oleh Allah Ta’ala.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad berkata bahwa Wilders telah melampaui segala batas-batas kepalsuan dan kebencian dalam penentangannya terhadap Islam. Beliau mengatakan Wilders semata-mata terdorong oleh keinginan untuk kelanjutan ambisi politiknya sendiri dan dengan demikian waktu telah tiba untuk memperingatkannya mengenai akibat-akibat dari tindakan-tindakannya.
Beliau mengatakan bahwa sikap tidak hormat dari Wilders untuk meraih kelanjutan modal politiknya dalam waktu singkat, pada akhirnya tindakan-tindakannya itu hanya akan membawa pada keputus asaan, kegagalan dan kehinaan.
Tertuju secara langsung kepada Wilders, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:
“Dengarlah dengan cermat – Anda, partai anda dan setiap orang yang seperti anda pada akhirnya akan dihancurkan. Tapi agama Islam dan risalah Nabi Suci Muhammad (s.a.w.) akan ada selamanya. Tak ada kekuatan dunia, tak peduli betapapun kuatnya dan tak peduli betapapun banyaknya kebencian yang mereka zahirkan terhadap Islam, akan berhasil dalam menghapuskan agama kita.”
Mirza Masror Ahmad menjelaskan bahwa kehancuran orang-orang seperti itu akan berlaku hanya melalui do’a dan tidak dengan sarana-sarana duniawi:
“Ingatlah selalu, bahwa kita tak dapat memperoleh sesuatu tanpa do’a. Kita tak mempunyai kekuasaan duniawi, tidak pula kita akan pernah memanfaatkan suatu kekuatan duniawi. Tapi do’a-do’a dari orang-orang yang hatinya telah dibuat duka cita adalah cukup untuk menggoncang langit.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad juga berbicara mengenai banyak orang keturunan yang tetap tinggal di Belanda dan orang-orang yang menolak dengan sepenuh hati pada pandangan-pandangan ekstrimis yang dikemukakan oleh Wilders. Orang-orang yang peduli pada perasaan orang lain semacam itu dan yang percaya pada kebebasan beragama hendaknya bekerja sama dan melancarkan kampanye bagi perdamaian di dunia. Ini adalah sesuatu yang Jamaah Muslim Ahmadiyah telah lama perjuangkan dan telah terlibat dengannya di seluruh dunia.
Selama kunjungan beliau, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, juga berkesempatan untuk mendo’akan upaya-upaya Ratu Beatrix ke arah penggalakan keadilan dan persamaan.
Berbicara mengenai upaya-upaya beliau, Mirza Masroor menyerukan:
“Semua Muslim Ahmadi hendaknya mendo’akan Ratu Beatrix sebab kelompok-kelompok tertentu dari masyarakat setempat telah berubah melawan beliau, karena kenyataan bahwa beliau secara terbuka telah mengecam gerakan anti-Islam di negeri ini. Mereka juga marah sebab beliau membela hak asasi orang-orang Muslim untuk diperlakukan sebagai warga negara penuh dan setara, orang-orang yang mempunyai hak dan perasaan yang seharusnya dihargai. Dengan demikian kita harus mendo’akan semoga seluruh rencana dan rancangan terhadap Ratu sama sekali gagal.”
Press Secretary AMJ International
2:53 PM | 0 komentar | Read More

Lima Keyakinan Banyak Tuhan Diskusi Damai

Islam, Kristen, Sikh, Hindu, Suku Asli, Budha dan Atheis bertemu dalam satu ruangan.


Beradu kekuatan? bukan - tidak ada pukulan. Melainkan sebuah diskusi damai tentang Tuhan dan pendekatan yang berbeda terhadap Agama.

Sebagai pembicara dari masing-masing agama tampil untuk menjelaskan tentang ibadah-ibadah dalam iman masing-masing - dan bahasa - audiens yang mengkin sekitar 200 orang mendengarkan dengan tenang.
"Ketenangan adalah untuk dirinya sendiri" kata moderator, Pendeta Sheldon Clark. "Tidak ada ketegangan, hanya konvergensi semangat umum."

ini adalah tahun ke-lima konferensi agama-Agama Dunia yang diadakan di Hmilton, meskipun telah berkali-kali telah diadakan di Kanada. Waterloo menjadi tuan rumah konferensi ke 31 baru-baru ini. Acara tahun ini diadakan di Sekolah Menengah Ryan Uskup.

Sebuah organisasi Islam yang disebut Jamaah Ahmadiyah menyelenggarakan konferensi ini, dengan bantuan relawan lokal Nadeem Ahmed, seorang akuntan di Stoney Creek.

Presiden Ahmadiyah regional, Muhammad Amir Sheikh mengatakan ide konferensi ini adalah untuk memungkinkan dari masing-masing agama yang berbeda untuk berbicara secara terbuka tentang keyakinan mereka, dalam suasana yang beradab sehingga setiap orang yang menghadiri mungkin menemukan landasan bersama.

"Kami telah mempelajari, bahwa jika Anda melihat ajaran-ajaran dari masing-masing agama, 90-95 persen adalah ajaran moral. 5 persen adalah dogma. Dan orang terlalu fokus pada dogma-dogma".

Dia mengatakan kepada para audiens bahwa Ahmadiyah tegas menolak terorisme dalam bentuk apapun dan mendunkung pemisahan antara agama dan negara."

Konferensi ini berusaha untuk menjadi begitu terbuka. Masing-masing mereka bahkan peserta dari ateis sekalipun - "seluar humanis" Justin Trottier dari Toronto.

"Saya mewakili non-iman," kata Trottier pada audiens, dan menambahakan bahwa sistem keyakinannya adalah "Melampaui loyalitas paroki".

Seorang bernama Dan Paus memberikan konferensi mendadak tapi tidak berlangsung lama. Dia mendengarkan beberapa pembicara dan meninggalkan tempat setelah sekitar satu jam setengah. Dia merasa bahwa cara ini dirancang untuk mempromosikan Islam atau setidaknya mengaburkan perbedaan antara Islam dan Kristen. Itu bukan ide yang baik, katanya.

"Ada bahaya dalam menggabungkan dua hal, dan itu tidak akan bekerja jika anda percaya pada Tuhan dalam alkitab.

Kirenjit Jaura, Seorang Sikh yang tinggal di Cambridge, sedang menghadiri konferensi kedua. Dia mengatakan bahwa masyarakat harus memisahkan budaya dan agama, karena budaya dapat mengajarkan orang untuk membenci, dan menyebarkan ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan. Tetapi agama-agama dunia memiliki kesamaan.

"Pesan universalnya adalah bahwa kita memiliki satu Pencipta. Kegiatan seperti ini memungkinkan kita untuk lebih tinggi dalam spiritualitas sebagai sebuah komunitas.

Sumber: http://www.thespec.com/news/local/article/617280--six-faiths-many-gods-one-peaceful-gathering
2:48 PM | 0 komentar | Read More

Hukuman Bagi yang Murtad Dalam Islam

Salah satu yang menjadi perhatian orang terhadap Islam adalah bagaimana Islam menanggapi pemeluknya yangmurtad (keluar dari Islam). Ada pemikiran keliru yang berkembang dan dihubungkan dengan Alquran, termasuk oleh sebagian orang Islam sendiri - yang mempunyai pemikiran bahwa Alquran mengatakan bahwahukuman bagi yang murtad adalah orang semacam itu harus dipenggal. Hal mana ini juga yang dijadikan alasan bagi mereka, dari kalangan non muslim khususnya , mengatakan bahwa Islam adalah agama Teror. Kenyataannya sebenarnya justru kebalikan dari itu. Alquran dimanapun tidak pernah menyebutkan bahwa hukuman murtad adalah membunuh orang yang bersangkutan. Alquran menyatakan: 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian ingkar, kemudian beriman lagi, kemudian ingkar lagi, kemudian kian bertambah dalam kekufuran, sekali-kali Allah swt. tidak akan mengampuni mereka dan tidak pula akan menunjukkan jalan lurus  kepada mereka. (Q.S. 4:137)
Orang bisa membayangkan bahwa jika hukuman murtad adalah dengan pembunuhan, maka apakah memungkinkan bagi seseorang yang murtad, kembali ke pangkuan Islam untuk kedua kalinya? Jika hukumannya adalah kematian  – seperti yang mereka katakan – maka tidak ada kemungkinan bagi seseorang kembali kepada Islam. Namun Alquran jelas menyatakan bahwa adalah sangat mungkin bahwa seorang Muslim yang meninggalkan agamanya untuk beberapa alasan bisa kembali pada keyakinannya jika ia menginginkannya. Pilihan dan opsi selalu ada disini. Tidak ada hukuman disebabkan kemurtadan maupun unsur paksaan untuk memaksa seseorang dengan cara apapun untuk menerima Islam dan kemudian tetap menjadi Islam sampai akhir hayat.

Menurut Islam, agama adalah perihal pilihan. Jika seseorang senang dengan kebenaran islam dan mereka puas, tentu saja mereka sangat dipersilahkan dan bergabung dengan Islam. Tetapi jika mereka memutuskan untuk tidak melakukannya, maka tidak ada paksaan dan bahkan jika setelah masuk Islam kemudian mereka ingin pergi, maka merekapun bisa pergi. Allah taala akan melihat hal ini dalam kehidupan yang akan datang tetapi tak seorangpun memiliki kewenangan untuk mengeluarkan hukuman bagi yang murtad.

sumber: http://agama-islam.org
2:47 PM | 0 komentar | Read More

Sikap Muslim Menghadapi Kehilangan / Kefanaan Dunia

Bagaimana seorang Muslim menghadapi ketidakekalan/ kefanaan dunia, berupa kehilangan harta, pekerjaan, kesenangan, bahkan kehilangan orang-orang terdekat yang kita sayangi. Kehilangan adalah hal yang tidak setiap orang bisa mampu menghadapinya, sehingga mengakibatkan kesedihan yang berkepanjangan, menyalahkan diri sendiri, depresi ataupun stress. Hal tersebut terjadi karena ketidakmampuan menangkap siklus kehidupan yang selalu berubah, datang dan pergi.
Sering kita mendengar cerita-cerita dramatis dalam kehidupan. Seseorang yang hari ini sehat besok sakit keras, pasangan yang nampak romantis tiba-tiba bercerai, usaha yang maju pesat tiba-tiba bangkrut, bahkan anggota keluarga yang hari ini tertawa riang besoknya sudah dipanggil oleh Sang Pencipta.
Mengenai ketidakkekalan barang ataupun kehidupan dan bagaimana muslim bersikap? Allah taala berfirman:
“Dan pasti akan Kami menguji kamu dengan sesuatu ketakutan  dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa dan buah-buahan;  dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang apabila suatu musibah menimpa mereka, mereka berkata ”Sesungguhnya kami kepunyaan Allah swt. dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali.”  (Q.S 2: 155-156)
Ayat ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan ini tidak ada konsep kepemilikan mutlak atas barang ataupun kehidupan, yang ada hanyalah kepemilikan sementara dari Allah. Semuanya adalah milik Allah dan akan kembali juga kepadanya. Jadi jika kita tidak lagi menjadi pemilik dari sesuatu mengapa kita haus merasa kehilangan?
Tuhan adalah Yang Mempunyai segala yang kita miliki, termasuk diri kita sendiri. Bila Sang Pemilik itu, sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang tak ada batasnya, menganggap tepat untuk mengambil sesuatu dari kita, kita tak punya alasan untuk berkeluh-kesah atau mengerutu. Maka, tiap-tiap kemalangan yang menimpa kita, daripada membuat kita putus asa, sebaliknya hendaknya menjadi dorongan untuk mengadakan usaha yang lebih hebat lagi untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam hidup kita. Jadi, rumusan yang ada dalam ayat ini bukan semata-mata suatu ucapan bertuah belaka, melainkan suatu nasihat yang bijak dan peringatan yang tepat pada waktunya.
Jadi ayat ini menyampaikan pesan bahwa ketika kita ditimpa suatu musibah kita tidak akan terkalahkan oleh rasa cemas dan takut, malah kita mengatakan dengan penuh keyakinan dan keimanan bahwa sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Ayat ini juga mengandung makna bahwa Pemilik segala sesuatu yaitu Allah tidak akan merusak dengan tangannya sendri. Allah adalah pemilik diri kita yang senantiasa memelihara kita. Sebagai pemilik yang memelihara kita tentu Sang pemilik itu akan menghancurkan kita. Allah sewaktu-waktu memang mengembalikan seseatu untuk ditempatkan kembali di sisi-Nya tetapi tidak berarti Allah menghendai rusaknya hal tersebut, melainkan Allah telah memilihkan yang terbaik bagi sesuatu yang kembali kepada-Nya itu.Proses penghilangan tak selamanya berarti buruk atau jahat.
Dan bahkan sendainya Allah menghendaki semua yang ada disi kita maka kita bersedia untuk membawa dan menyerahkannya di jalan Allah. Ini adalah makna yang paling mulia.
Jadi bagaimana kita menyikapi ketidakkekalan/perubahan dan apa yang kita lakukan? Yang pertama adalah menyadari, menerima dan berhati besar terhadap fenomena ketidakkekalan/kefanaan dan yang terakhir berusaha membuat yang terbaik dari apa yang telah diberikan oleh Allah taala kepada kita. Sikap menerima, mengalir bersama kuasa Ilahi, menyesuaikan diri dengan perubahan bahwa tidak ada di dunia ini yang terjamin kekal –lah yang akan membuat hidup kita lebih bahagia dan dipenuhi dengan hidup yang bermakna.  Jika hal ini tidak ada maka hal-hal buruk seperti yang disebutkan diatas akan selalu menghantui kehidupan kita.
Perubahan berupa kehilangan terjadi pada setiap orang, perubahan itu adalah hal yang mutlak, tidak ada cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapi perubahan itu dan mengubahnya menjadi seseuatu yang lebih bermakna.
Dalam menghadapi musibah atau kehilangan kita sering kali melawati tahap yang panjang untuk proses penyembuhannya,  luka yang kita dapat kita bersihkan, kita obati dan menunggunya sembuh, proses penyembuhan ini terkadang menyakitkan tetapi akan baik untuk jangka panjang kita. Sebaliknya ada juga yang mengambil cara pintas, dia ingin menghilangkan sakit, tapi tidak dengan proses pengobatan diatas tetapi lebih memilih kepada ”penghilang rasa sakit”, memang cukup ampuh, tetapi tidak menyelesaikan masalah, luka yang dia biarkan itu lama-lama menjadi infeksi dan bisa membunuhnya. Sifatnya semu, orang-orang beralih pada alkohol, makan yang berlebih, tak beranjak dari kamar dan nonton TV, bahkan yang lebih parah adalah sampai bunuh diri. Jadi untuk menghadapi musibah akibat perubahan-perubahan itu kita benar-benar harus terlibat dalam proses penyembuhannya. Kita minta penghiburan dari keluarga atau terapis.
Kemudian Sebagai mukmin kita tidak akan meinggalkan hal-hal berikut: Meningkatkan zikir (Q.S. 13:28), Meningkatkan doa (Q.S.2:153), Istighfar (Q.S. 71:10), Terus Berusaha (Q.S. 13:11)
2:44 PM | 0 komentar | Read More

Ahmadiyah Meniadakan Dendam dan Menyebarkan Damai

Oleh: Pdt Chuck Currie
Huffington Post – Salah satu kebenaran dari eksistensi manusia adalah konflik agama. Konflik agama tersebut bukan saja terjadi diantara agama yang berbeda melainkan juga konflik internal agama-agama. Kristen memahami hal itu melalui pengalaman. Ada keragaman yang besar dalam Agama Kristen dan dengan keragaman itu sering muncul perbedaaan pendapat dan terjadi kekerasan. Perang di Irak telah menggambarkan bahwa bagaimanapun Kristen Amerika (dan orang Amerika pada umumnya) memiliki sedikit pemahaman tentang keberagaman dalam Islam.
Para pembuat kebijakan berusaha untuk menjelaskan perbedaan antara Muslim Sunni dan Syiah dan mengapa perbedaan itu memicu kekerasan sektarian setelah jatuhnya Saddam Hussein. Perkiraaan tepat dari kebanyakan orang Amerika secara historis memandang Islamsebagai iman yang monolitik. Namun perbedaan itu meluas tidak hanya Sunni dan Syiah saja, melainkan juga termasuk antara lain masyarkat Islam yang lebih kecil, Komunitas MuslimAhmadiyah. Seperti halnya Kristen, Islam adalah agama yang terbagi-bagi diantara persfektif teologis, budaya dan politik.
Pengalaman dari Komunitas Muslim Ahmadiyah beberapa kali telah menarik perhatian dan bahkan imajinasi saya. Muslim Ahmadi menjejakkan sejarahnya ke belakang pada 1835 dan kelahiran Mirza Ghulam Ahmad di India. Orang ini kemudian datang dan dikenal sebagai “Kedatangan kembali Yesus dari Nazareth secara metafora dan dengan bimbingan Ilahi yang kemunculannya telah dinubuatkan oleh Nabi Islam, Muhammad (saw)”. Seperti Muslim lainnya, Muslim Ahmadiyah percaya pada lima Rukun Islam, tetapi keyakinan terhadap Mirza Ghulam Ahmad (dan keturunannya yang telah memangku sebagai pemimpin spiritualAhmadiyah seluruh dunia) telah menyebabkan pengeluaran terhadap mereka dari Islammainstream. Di Pakistan, dimana gerakan ini bermarkas setelah partisi India, Ahmadiyahtelah menghadapi penganiayaan dan kekerasan yang mengerikan. Human Rights Watch telah mencatat banyak serangan-serangan diarahkan pada Muslim Ahmadi dan juga mereka mencatat bahwa Undang-undang Penghujatan Pakistan telah membuat dibolehkannya membunuh orang-orang Ahmadiyah hanya karena pengakuan mereka sebagai Islam.
Kristen sebagaimana juga Muslim, telah mempergunakan kekerasan untuk tujuan-tujuan agama sepanjang sejarah. Semua orang-orang beriman akan menjadi bijaksana untuk mengingat kata-kata dari pendeta Dr. Martin Luther King, Jr:
“Kegelapan tidak bisa mengusir kegelapan, Hanya cahaya yang dapat melakukannya. Kebencian tidak dapat mengusir kebencian, hanya cinta yang bisa melakukannya. Kebencian akan meningkatkan kebencian, kekerasan akan meningkatkan kekerasan.. mata rantai reaksi kekerasan – benci melahirkan benci, perang mengahasilkan perang- harus diputuskan, atau kita akan jatuh ke dalam jurang yang gelap kebinasaan. (dari Strenght to Love, 1963)
Sebelum Martin Luther King menyampaikan pesan anti kekerasannya, Mirza Ghulam Ahmad telah menyebarkan hal tersebut sebelumnya. Dia menulis bahwa jihad tidak bisa melegitimasi dilancarkan melalui kekerasan dan Beliau menyerukan beradu argumen melalui “Jihad Pena”.
Hari ini Komunitas Ahmadiyah bekerja di seluruh dunia untuk hak-hak universal manusia dan dalam setiap negara mereka telah berupaya memainkan peran konstruktif dalam masyarakat. Di Amerika Serikat misalnya, Komunitas Muslim Ahmadiyah (yang mengklaim sebagai komunitas Muslim tertua di Amerika Serikat) meluncurkan kampanye yang disebut “Muslims for Life” tahun ini untuk menghormati para korban 11 September. Kampanye ini mendorong Muslim dan non-Muslim untuk menyumbangkan darah ke Palang Merah Amerika sebagai upaya peringatan 10 tahun peristiwa 11 September. Website mereka menulis:
“Atas bimbingan, arahan dan doa serta dukungan dari Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V (atba) Komunitas Muslim Ahmadiyah Amerika Serikat telah meluncurkan kampanye “Muslims for Life” pada 1 September 2011 untuk mengenang para korban peristiwa 11 September dan memberitahukan kepada semua orang bahwa Islam adalah agama yang memberikan kehidupan yang mengajarkan bahwa semua kehidupan adalah suci.
Alhamdulillah, Segala puji Bagi Allah, kami telah berhasil memenuhi target kami. Dengan bantuan dari semua mitra, kami telah berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 pin darah seperti yang kami harapkan! Pada 30 September 2011, berdasarkan laporan yang diterima dari 187 donor darah yang telah selesai dilaksanakan, total 11.036 liter darah telah dikumpulkan. Laporan masih berdatangan. Kami berharap insyallah akan mendapatkan data lengkap pada penutupan di bulan Oktober.
Kita semua tahu kejadian tentang komunitas agama atau etnis diusir dari tanah air mereka dan bagaimana banyak dari komunitas tersebut berusah dari waktu ke waktu untuk membawa beberapa bentuk balas dendam atau retribusi. Tidak akan ada yang unik tentang Komunitas Muslim Ahmadiyah jika setelah meninggalkan Pakistan menuju markas baru di Inggris, gerakan mereka kemudian berubah menjadi gerakan kekerasan. Sebaliknya, mereka telah menggunakan pengalaman dan kisah-kisah mereka untuk menarik perhatian pada penderitaan manusia dan menyebarkan pesan perdamaian dan rekonsiliasi yang konsisten dengan pendirian mereka. Pencarian mereka untuk keadilan tidak hanya untuk umat Islam tetapi untuk setiap orang beriman – dan orang-orang yang tidak beragama, termasuk ateis. Dalam hal ini, Seorang Pendeta Kristen seperti saya menemukan banyak hal untuk mengagumi.
2:43 PM | 0 komentar | Read More

Konferensi Islam Wanita di Nigeria

LAGOS – Konferensi Islam edisi ke-35 wanita Jamaah Ahmadiyah (Lanjah Imaillah Nigeria) telah diadakan di Ile Ife Osun. Konferensi tersebut dinyatakan terbuka dengan pemimpin dari Ife dan Pemimpin Spriritual Yorubas, Oba Okunade Sijuade.
Pejabat lain yang menyaksikan acara itu adalah istri gubernur Negara Osun, Alhaja Sherifat Aregbesola, yang meminta wanita untuk selalu membantu dan menghormati suami mereka dalam mengelola urusan keluarga mereka.
Dia juga mendesak untuk melanjutkan tradisi emas merawat anak-anak dan masyarakat, sehingga mengembalikan lagi ajaran moral terbaik untuk membasmi praktek korupsi saat ini diantara para pemuda.
Konferensi dengan tema, “Konsep Sejati Jihad” menarik ribuan perempuan di seluruh Nigeri dan negara-negara tetangga.
Diantara makalah yang disajikan oleh Ulama Islam terpelajar adalah: Rahasia Kedamaian dalam diri, Perempuan dan Jihad.”
Program yang diadakan selama empat hari ini dimulai pada hari kamis, 20 sampai minggu 23 oktober di Perguruan Tinggi Oduduwa, Ile Ife.
Konferensi ini juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Ooni dari Ife, Obulufe dan mengunjungi sekolah-sekolah umum yang dikelola oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah di Ile Ife, Rumah Sakit Umum, Rumah yatim piatu dan Penjara.
2:43 PM | 0 komentar | Read More

IDUL ADHA Momen Meningkatkan Semangat Pengorbanan

Idul Adha adalah hari raya yang selalu kita peringati setiap tahunnya. Yaitu Ied untuk mengingat kembali peristiwa pengorbanan 4000 atau 4500 tahun silam untuk menegakkan standar baru dalam pengorbanan melalui dua orang pilihan Tuhan. Akan tetapi pada waktu itu memotong atau menyembelih leher dijalan Allah taala telah dihentikan karena Allah taala berfirman kepada Nabi Ibrahim as: Saddaqtar ru’ya yaitu engkau telah menyempurnakan ru’ya. Artinya pengorbanan dengan memotong leher sudah diterima oleh Allah taala. Diumumkan bahwa sebagai ganti memotong leher manusia Allah taala ingin menegakkan contoh teladan sebuah zibhin ‘azhim atau penyembelihan agung. Yaitu zibhin azim yang nilainya sangat luhur sekali dari pada memotong leher manusia.
Untuk zaman ini adalah seorang Nabi Agung (Nabi Muhammad saw) telah direncanakan Tuhan untuk dilahirkan ke dunia, yang bukan hanya beliau sendiri bernazar, setiap waktu siap untuk menyerahkan seluruh jiwa raga dijalan Allah taala, bahkan beliau meniupkan spirit didalam jiwa raga para pengikut beliau yang setiap waktu menegakkan standar baru dalam pengorbanan.
Kemudian dapat disaksikan dengan mata kita dalam tarikh bahwa beraneka ragam pengorbanan telah berjalan terus-menerus. Contoh teladan pengorbanan telah nampak terus ke permukaan dengan sangat mengherankan. Para sahabat satu sama lain berlomba dalam pengorbanan semata menginginkan ridho Allah taala. Jika ingin menyerahkan pengorbanan dengan sabar dan keberanian maka mereka siap setiap waktu mengikuti contoh teladan Junjungan mereka Rasulullah saw.
Apabila tiba waktu untuk diperlukan pengorbanan harta maka mereka yang telah memperoleh tarbiyyat dari Rasulullah saw siap untuk berlomba satu sama lain di dalam pengorbanan harta. Dan ketika waktu dibutuhkan untuk mengorbankan nyawa maka mereka telah memberi contoh teladan demikian relanya sehingga manusia merasa heran menyaksikannya.
Sejarah telah mencatat dan telah diabadikan di dalam Alquran tentang semangat mereka mengurbankan nyawa:
Dan, tidak pula ada celaan terhadap orang-orang yang ketika mereka datang kepada engkau supaya engkau menyediakan kendaraan bagi mereka, engkau berkata, “Aku tidak memperoleh sesuatu yang dapat mengangkut kamu;” mereka kembali dengan mata mereka berlinang oleh air mata karena sedih, disebabkan mereka tiak memperoleh apa-apa yang dapat mereka belanjakan.
Sejarah tentang tujuh orang Islam miskin yang berkeinginan keras untuk ikut dalam jihad, tetapi tidak memiliki syarat-syarat dan sarana-sarana untuk memenuhi keinginan mereka untuk ikut berjihad.
Perjalanan menuju medan perang sangat jauh, diperlukan kendaraan tunggangan yang tidak mereka milikinya. Mereka itu orang-orang miskin sehingga sepatupun tidak mereka miliki sedangkan perjalanan menuju medan jihad sangat sulit dan jauh. Menurut riwayat terbukti bahwa mereka itu hanya meminta sepatu supaya mereka bisa pergi bersama-sama kemedan perang. Mereka tidak memerlukan kuda untuk pergi ke medan jihad itu, tidak pula meminta seekor unta. Mereka hanya meminta sepasang sepatu supaya bisa ikut pergi ke medan jihad. Akan tetapi pada masa-masa permulaan Islam itu keadaan demikian miskinnya sehingga sepasang sepatupun para sahabah banyak yang tidak memilikinya. Sedangkan mereka sangat menanti dengan semangat kesempatan untuk mengorbankan jiwa-raga mereka dimedan jihad. Bahkan Allah taala berfirman bahwa mereka itu betul-betul orang mukmin yang memiliki semangat untuk berkurban.
Ketika permohonan mereka itu tidak dapat terpenuhi, jamaah Muslimin pada waktu tidak mampu menyediakan perlengkapan jihad sekalipun berupa sepasang sepatu, apalagi binatang tunggangan. Dikatakan kepada mereka bahwa apabila mereka dapat menyediakan sendiri alangkah baiknya. Disebabkan keadaan seperti itulah mereka merasa sangat sedih sekali dan menangis sambil mencucurkan air mata. “Aduhai sedihnya! Seandainya kami mampu menyediakan perlengkapan jihad itu pasti kami pergi ikut berjuang. Sekarang  terpaksa kami kembali pulang kerumah sambil menanggung kesedihan, kami bukanlah orang-orang penakut. Harta dan jiwa raga, semuanya kepunyaan Allah taala. Kami setiap waktu menanti giliran dengan penuh harapan untuk mengurbankannya dijalan Allah taala.”
Dikala tiba masanya untuk berkurban mereka telah membuktikan iradah dan semangat mereka yang tengah berkobar itu, mereka betul-betul semangat tidak berpura-pura sebab mereka bukan orang-orang penakut. Maka, disebabkan keinginan-keinginan keras mereka itu untuk berkurban tidak terpenuhi secara amal nyata, mereka diberikan kedudukan dan martabah oleh Allah taala yaitu rodhiallahu anhu yakni Allah taala ridha kepada mereka.
Ketika Nabi Ibrahim dan Ismail a.s. memperoleh kegembiraan dari Allah taala dengan firman-Nya soddaqtar ru’ya maka telah lahir dari anak keturunan beliau seorang Nabi Agung yaitu Rasulullah saw yang telah menegakkan teladan zibhin azim dan beliau sendiri telah menegakkan mutu pengorbanan yang tinggi dikalangan para sahabah radhiallahu ‘anhum. Sehingga Allah taala  menganugerahkan radhiallahu ‘anhum sebagai penghormatan kepada mereka. Sebagai ganjaran bagi pengorbanan mereka Allah taala telah menganugerahkan barang-barang keperluan dunia juga kepada mereka dihari-hari kemudian. Bahkan Negara dan pemerintahan juga dianugerahkan kepada mereka.
Tetapi sungguh sayang jika kita perhatikan dengan sungguh-sungguh pemerintahan orang-orang muslim banyak sekali memiliki kekayaan duniawi akan tetapi dari kekayaan itu tidak nampak adanya suatu keridhaan Allah taala yang dapat menunjukkan adanya qurub (kedekatan) Allah taala. Sekalipun mereka memiliki kedaulatan mutlak namun pemerintahan mereka berjalan dibawah pengaruh pemerintahan asing.
Kita telah melihat manakala kaum muslimin menerapkan semangat pengorbanan yang tiada taranya mereka telah dijadikan orang-orang yang patuh beribadah kepada Allah taala. Mereka telah mengibarkan bendera Rasulullah saw sampai kenegara-negara Eropa. Namun ketika di suatu masa ketika umat Islam lupa atau telah luntur nilai-nilai pengorbanan maka terpaksa beberapa negara dibawah kekuasaan mereka terlepas dari tangan mereka. Apabila telah melepaskan kewajiban tabligh Islam kemudian mengambil jalan serakah terhadap harta dunia maka akibatnya Pemerintahan mereka menjadi lemah dan kehormatan juga hilang sirna akhirnya mereka harus kehilangan segala-galanya, sehingga sekarang kebesaran dan kehormatan telah hilang dari Negara-negara kaum Muslim.
Ibnu Khaldun menerangkan bahwa faktor jatuhnya suatu peradaban, baik itu peradaban dunia maupun  agama lebih banyak disebabkan oleh internal ketimbang faktor eksternal.
”Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral.
Lebih jelas Ibn Khaldun menyatakan:
Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat dikalangan mereka. Jiwa manusia dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan untuk menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba.”
Maka Moment Idul Adha ini adalah momen tepat bagi kita untuk menanamkan kembali semangat pengorbanan yang dilakukan semata-mata karena Allah. Kembali kepada Allah dan Rasulnya adalah semangat yang harus kita tanamkan. Kedekatan yang diikuti oleh rasa cinta dan rasa takut akan dosa, maka itulah yang akan mengarahkan pada semangat kita dalam melakukan pengorbanan.
Pengorbanan apa yang bisa kita persembahkan? apa hanya dalam bentuk hewan kurban saja? Sebuah ayat Alquran yang singkat dan sederhana tetapi ketika itu diaplikasikan akan berdampak luas dalam hal pada kebaikan. Di dalam ayat-ayat pertama Surah Albaqarah Allah taala menjelaskan bahwa salah satu ciri mereka yang bertakwa adalah mereka yang membelanjakan dari sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada mereka. Rizq berarti, sesuatu yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, baik anugerah itu, bersifat kebendaan atau selain itu (Mufradat).
Jadi ketika kita menerapkan ayat ini maka cakupannya luas sekali. Rezeki hanya kita pahami hanya rezeki harta semata, walaupun dengan menerapkan ini saja manfaatnya akan berdampak luas dan nyata dalam hal kebaikan – tetapi juga rezeki itu juga termasuk rezeki kepintaran dan keahlian kita, meliputi juga rezeki tenaga, bahkan iman dan takwa kita juga termasuk dari rezeki dari Allah, karena keimanan dan ketakwaaan adalah karena karunia khusus dari Allah kepada kita.
Sebenarnya ini adalah suatu konsep Islam dalam hal pemerataan kekayaan, pemerataan keahlian dan pemerataan keimanan. Seorang yang meneruskan hartanya, meneruskan ilmunya dan meneruskan rezeki imannya ia sebenarnya ikut andil dalam pemerataan kepada saudara-saudaranya. Sebaliknya kebakhilan kita dari meneruskan harta, ilmu dan hikmah secara tidak langsung kita sedang menghambat lancarnya lingkaran kebaikan itu menyebar kepada orang lain.
  • Kemiskinan tidak saja disebabkan karena faktor-faktor penyebab yang ada,  tetapi juga disebabkan oleh kebakhilan orang-orang yang secara egois memonopoli kekayaan hanya untuk dirinya.
  • Kebodohan di masyarakat terjadi sebenarnya juga karena kebakhilan dalam memonopoli ilmu dan tidak mau membagikannya. Orang dibiarkan bodoh.
  • Begitu juga dengan kemunduran iman dalam masyarakat, itu terjadi bukan saja karena faktor eksternal melainkan juga karena kita sendiri yang menghambat alur kebaikan dan kebenaran dengan semestinya.
Maka alirkanlah semangat pengorbanan pada diri kita. Jangan menjadi penghalang bagi kebaikan orang lain, bahkan kebaikan diri kita sendiri.
2:43 PM | 0 komentar | Read More
 
SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA, HANYA BLOGGER SEJATI YANG SETIA MEMBERIKAN KOMENTAR DI SETIAP ARTIKEL :)